masukkan script iklan disini
Rapat tersebut digelar menyusul meningkatnya keresahan masyarakat terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang dipicu oleh bentrokan kelompok pemuda di beberapa titik strategis.
Dalam forum tersebut, Fazzary menekankan bahwa penanganan tawuran tidak bisa hanya mengandalkan tindakan represif dari aparat penegak hukum, melainkan butuh pendekatan persuasif dari tingkat desa.
"Persoalan tawuran ini adalah tanggung jawab kita bersama. Kami di tingkat desa siap bersinergi dengan Forkopimca (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan) untuk melakukan pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas remaja di lingkungan masing-masing," ujar Fazzary Akbar.
Beberapa langkah strategis yang dibahas dalam pertemuan tersebut meliputi:
Peningkatan Patroli Malam: Mengaktifkan kembali pos kamling dan patroli gabungan di jam-jam rawan.
Edukasi Orang Tua: Mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anak mereka sudah berada di rumah sebelum larut malam.
Ruang Positif bagi Remaja: Merencanakan kegiatan kepemudaan yang lebih produktif guna mengalihkan energi negatif menjadi prestasi.
Fazzary juga mengimbau warga Desa Bogak untuk segera melaporkan jika melihat adanya kerumunan massa yang mencurigakan guna mencegah konflik sebelum pecah.
Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh jajaran Camat Tanjung Tiram, perwakilan Polsek, Koramil, serta tokoh masyarakat setempat. Diharapkan melalui pertemuan ini, angka kriminalitas jalanan dan tawuran di wilayah Batu Bara dapat ditekan secara signifikan.(Tim/ND).