masukkan script iklan disini
BATU BARA| NalarDigital.com – Memasuki hari kedua pelaksanaannya, Gelaran Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII Tahun 2026 sukses menyedot perhatian masyarakat lewat perlombaan fashion show pakaian Patut Melayu pada Minggu malam (11/10/2026). Kegiatan pameran busana adat ini dipusatkan di Kompleks Istana Datuk Niat Lima Laras, Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batu Bara.
Perlombaan pada hari kedua ini diikuti oleh 43 peserta kategori dewasa yang berasal dari 7 kabupaten/kota se-Sumatera Utara, hingga berhasil menyaring 10 besar pemenang. Panggung peragaan busana juga kian meriah dengan hadirnya perwakilan peserta tingkat TK dan SD dari setiap desa se-Kabupaten Batu Bara.
Panitia penyelenggara menjelaskan bahwa busana Melayu tradisional memiliki makna sejarah yang mendalam. Dahulu, pakaian ini digunakan untuk menghadiri kenduri, merayakan Hari Raya Idulfitri, majelis di balai adat, hingga busana sehari-hari.
"Pakaian perempuan Melayu berciri khas potongan longgar yang dipadukan dengan kain songket tradisional, penutup kepala (tudung), serta hiasan sunting. Sementara untuk pria atau lajang mengenakan pakaian khas Teluk Belanga," jelas panitia di sela-sela acara.
Berdasarkan pantauan wartawan, kegiatan yang diinisiasi Komunitas Batu Bara Bertanjak ini juga menyoroti keunikan busana Melayu berbahan kain khas Batu Bara yang berusia puluhan tahun. Bahkan, terdapat peserta yang tampil anggun mengenakan pakaian warisan berusia 45 tahun lengkap dengan tudung likuk baju kurung kebaya.
Pengumuman pemenang lomba fashion show busana Patut Melayu ini dijadwalkan pada Jumat (16/10/2026) mendatang saat malam penutupan. Acara puncak tersebut nantinya akan dimeriahkan oleh penampilan Nuansa Band serta penyanyi nasional, Bunga Sirait. (Red/ND).